Friday, January 30, 2009

Surga dan neraka di Indonesia

Beberapa waktu yg lalu, saya sempet ketawa abis-abisan baca berita tentang wacana untuk mengharamkan rokok di negara ini. Hebat!!

Kenapa hebat? Karena negara ini adalah negara yang paling punya kuasa atas masuknya seseorang ke dalam surga atau neraka (terlepas dari wacana surga atau neraka itu ada atau ngga).

Untuk masuk neraka? Ngga perlu sulit, hampir semua aspek kehidupan kita bisa bikin masuk neraka ko’. Pertama sih udah pasti masalah para perokok. Kalo rokok haram, berarti sudah pasti sekitar 60% laki2 di Indonesia masuk neraka dong? Angka yang cukup fantastis ya. Untuk para wanita yang suka maen SMS, jangan khawatir, jatah neraka kalian juga ada ko’, karana SMS premium juga diharamkan. Pengguna SMS premium ternyata lebih banyak kaum perempuan lho.

Menjelang pemilu, saya yakin ada banyak orang yang bakal masuk neraka di kemudian hari. Kenapa? Karena menjadi golput adalah haram. Itu berarti sekitar 40% warga negara ini akan masuk neraka juga dong, ck ck ck. Dan masih banyak lagi fatwa haram-haram yang lain.

Kalo masuk neraka sedemikian gampang, gimana dengan masuk surga? Masuk surga juga ngga susah tuh

Sewaktu jalan2 di Semarang, saya pernah melihat spanduk yg cukup jelas bertuliskan “tidak mencuri listrik adalah sebagian dari iman” hehehe. Ingatkah anda dengan slogan kebersihan adalah sebagian dari iman? Kalau kita ambil kesimpulan logis sederhana, kita cukup menjaga kebersihan dan tidak mencuri listrik dari PLN, maka iman kita sudah lengkap toh? Kalo iman sudah lengkap berarti sudah ada jaminan kita masuk surga dong.

Ibarat pepatah banyak jalan menuju Roma, jalan menuju surga ini pun ternyata banyak. Pernahkah anda melihat slogan 'Tidak memakai narkoba adalah sebagian dari iman', 'Setia pada pasangan adalah sebagian dari iman', dan lain-lain yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu karena keterbatasan ingatan saya. Mungkin yang memasang slogan punya asumsi jika dikaitkan dengan keimanan maka program yang dicanangkan akan sukses. Tentang tingkat kesuksesannya saya sendiri tidak tahu. Mungkin bisa terbukti secara langsung bila dalam sebuah pilkada ada yang memasang slogan 'Pilih saya adalah sebagian dari iman', dan kita lihat di akhir pilkada, siapa yang menang, yang pengen dianggap jadi orang beriman atau yang lain.

Sebagian disini sebenarnya sangat rancu. Apakah sebagian itu sama dengan seperdua, sepertiga dan seterusnya. Karena secara logis seperseratus pun bisa disebut sebagian, walaupun seharusnya disebut 'sebagian kecil'. Dalam slogan hanya disebut 'sebagian', dan kata 'sebagian' bila tidak ada keterangan di belakangnya pada umumnya di masyarakat akan dianggap sama dengan setengah. Maka jangan salahkan bila ada orang yang salah ambil asumsi.

Dengan banyaknya program masuk surga & neraka ini, mungkin ada baiknya kita membuat slogan baru untuk meningkatkan pariwisata negara tercinta ini. Come to Indonesia, a place where you can pick heaven or hell easier than any other country in the universe, huakakakakaka.

1 comment:

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete

hit counters

hit counter